nuansa damai


Locare 1
Aku memang tak sempurna..
Karna aku hanyalah manusia biasa.. Yang tak mungkin akan selalu bisa.. Tuk menjadi seperti apa yang kau minta..
Kuhanya mampu berikan cinta yang apa adanya.. Tanpa harus aku berpura dan berdusta.. Dengan semua apa yang kuberi dan kukata.. Karna bagiku cinta itu anugrah bukan untuk direkayasa..
Jika dihatimu terus menyimpan prasangka.. Apaguna selama ini aku setia.. Tiada guna selama ini untukku tetap percaya.. Jika dirimu tiada kepercayaan tuk cinta yang kupunya..
Maafkan aku yang tak pernah selalu ada.. Dimana saat kau butuhkan aku untuk berada.. Namun percayalah hatiku dan cintaku tak kan berdusta.. Walau nyatanya kutak bisa untuk selalu ada disetiap waktu yang kau pinta..

Jumat, 29 Maret 2013

"bunga biru"

draft.blogger.com
Jika aku menunggu mekarmu penuh
Akankah harummu mampu kurengkuh
Di sini –menanti, kuncupmu tumbuh
Sembari cemas ini tak jua mau luruh


Di bawah semburat putihmu nan teduh
Anganku mengembara mengkhayal jauh
Sepucuk kata terkulum, akankah jatuh
Di antara desah resah penuh kisruh

O mawar muda nan ayu bersahaja
Dalam panas mentari, elokmu menebarkan makna
Menepiskan duka, menghantarkan bahagia
Menarik segenap alam tuk hening memuja

Bagai bidadari, kau mewujud dalam kembang
Mengalirkan manis madu pada sejuta kumbang
Meski badai bertiup, kau tetap tegak tak tumbang
Ketegaranmu seakan mengapus ragu dan bimbang

Di penghujung musim berselimutkan mega,
Bermain-main engkau dengan angin kelana
Dan sang bayu terus saja nakal nekat menggoda
Malu-malu memuji indahmu, angin berkata

Sepoi-sepoi bercanda di antara kelopak lentik
Semilirnya menitipkan embun sepercik
Sebagai sajak rayuan yang lembut menggelitik
Padamu, mawar muda, O yang teramat cantik

Namun musim ini mesti segera berganti
Mengikuti kemana bintang gemintang menunjuk tinggi
Sang angin pergi, berjanji dalam diam tuk kembali
Meski masa depan tak memberi jawaban pasti

Jauh di sini, aku terus menorehkan rindu
Tentang sekuntum mawar di bawah langit biru
Dan aku hanya bisa menerawang membisu
Sebab waktu tak sedang berpihak padaku

Di suatu masa, saat aku kembali datang
Masihkah kau di sana, di hamparan padang
Tak terpetik, hidup bebas dengan riang
Menghirup cucuran hujan bersama ilalang

Dan jikalau akhirnya takdir kemudian mengijinkan
Kuundang kau ke tanahku di sebrang lautan
Kugenggam benihmu, kubawa pulang dalam hembusan
Kutanam, dan selamanya kurawat di tengah taman

A Silent Promise
As For Now, Time is Not My Side
Bandung, 28 Juni 2007
Sumber: pecintasyair.blogspot.com



Tidak ada komentar:

Posting Komentar